Tutorial

MBR vs GPT Manakah yang Terbaik ?

Apa perbedaan antara Struktur Partisi MBR dan GPT, dan manakah yang terbaik antara MBR dan GPT? Artikel kali ini akan menjawab pertanyaan tersebut.

MBR dan GPT merupakan struktur partisi harddisk yang banyak digunakan. Secara otomatis, windows akan meminta anda untuk memilih struktur partisi MBR atau GPT pada harddisk baru yang anda pasang. Berikut tampilan Disk Management Tool ketika pertama kali memasang harddisk baru pada windows :

Secara default, windows akan memilih MBR sebagai struktur partisinya. Jadi, ketika jendela diatas muncul, maka sah-sah saja jika anda langsung klik “OK” tanpa memilih struktur Partisi GPT.

Akan tetapi, saat ini jenis partisi MBR sudah tidak lagi mencukupi untuk menjembatani performa sebuah drive penyimpanan super cepat seperti SSD. Itulah alasan mengapa anda harus beralih ke partisi GPT.

Tips :  Jika anda akan beralih dari partisi MBR ke partisi GPT, maka silahkan anda baca artikel kami yang berjudul :  Cara Mengatasi Windows Cannot be Installed to This Disk (MBR/GPT)

Jadi, apa sih perbedaan antara struktur partisi MBR dan GPT, dan jenis struktur partisi manakah yang harus anda pilih?

MBR

MBR merupakan singkatan dari Master Boot Record, dimana MBR merupakan struktur partisi lama yang masih banyak digunakan hingga sekarang. MBR digunakan untuk boot sector dan berisi beberapa informasi tentang bagaimana cara kerja partisi dalam sebuah harddisk.

Secara umum, MBR memiliki tiga sektor :

1. Master Boot Code, yang berfungsi untuk :

    • Memeriksa seluruh partisi dan meng index partisi aktif
    • Mengidentifikasi sector pada masing-masing partisi
    • Memanggil salinan boot sector windows dari partisi aktif dan menyimpannya ke dalam memori
    • Mentransfer perintah untuk dijalankan di dalam boot sector

2. Daftar partisi harddisk, dan

3. Disk signature 

Singkatnya, MBR menjalankan boot sector windows dari partisi aktif. Berikut adalah layout partisi MBR :

Baca Juga :   15 Desain Sertifikat Siap Edit - Free Download

MBR  memiliki berbagai sektor berisi data booting. Terlihat pada sektor pertama berisi informasi tentang disk dan partisi untuk OS yang digunakan. Namun disk MBR memiliki keterbatasan dan banyak komputer model baru yang beralih ke GPT.  Salah satunya adalah format disk MBR hanya bisa memberikan anda 4 partisi primary dan hanya dapat mengatur data sampai dengan 2TB.

GPT

GPT merupakan singkatan dari GUID Partition Table. GPT merupakan tipe struktur partisi harddisk terbaru dan disusun dengan layout berbasis GUID (globally unique identifiers) untuk mengidentifikasi partisi. Berikut adalah layout dari GPT disk :

Terlihat dari layout diatas, informasi disk dicopy lebih dari sekali dan oleh karena itu jika ada partisi pada disk tersebut yang rusak, maka disk tersebut masih bisa bekerja, bahkan jika sektor pertama rusak. Sebuah disk GPT masih bisa memiliki hingga 128 partisi primary.

System operasi yang lama mungkin tidak mendukung GPT disk, tapi hampir semua sistem operasi dari Windows XP 64-bit sampai Windows 10 telah mendukung GPT disk.

Perbedaan MBR dan GPT

1. Struktur disk MBR hanya dapat membuat 4 partisi primary, sedangkan untuk membuat partisi yang kelima dan seterusnya, maka partisi yang ke 4 harus diset ke extended dan partisi baru akan terbaca sebagai logical partition.

Sedangkan dengan struktur partisi GPT, anda dapat membuat hingga 128 partisi primary aktif sekaligus. Tanpa batasan.

2. Kapasitas maksimal yang dapat dibaca oleh struktur MBR hanyalah 2 TB. Itu artinya, meskipun anda mempunyai harddisk dengan kapasitas lebih dari 2 TB, windows hanya akan membaca 2 TB dan selebihnya akan dibaca unalocated.

Sedangkan kapasitas maksimum yang mampu di dukung oleh struktur partisi GPT adalah sebesar 18 EB atau setara dengan 18juta TB.

Baca Juga :   Cara Membuat QR Code Dengan Cepat, Mudah dan Gratis

3. Dalam segi keamanan, dapat dilihat pada struktur GPT diatas memiliki kelebihan yaitu adanya backup GUID partition entry array. Itu artinya, ketika UEFI mengalami kegagalan mengumpulkan informasi tentang firmware dan sistem operasi pada GUID primary, maka secara otomatis akan menggunakan backup GUiD partition entry array sebagai cadangan.

4. Terakhir, dukungan hardware motherboard terhadap struktur partisi GPT sangat terbatas. Jika motherboard anda masih menggunakan teknologi BIOS tradisional / Legacy Bios, maka struktur partisi yg didukung hanyalah MBR saja. Sedangkan jika motherboard anda sudah menggunakan teknologi UEFI maka struktur partisi yang dapat didukung adalah MBR dan GPT.

Dengan kata lain, sistem operasi yang menggunakan teknologi UEFI, tidak akan bisa diinstal pada struktur partisi MBR. Error “windows cannot be installed ……” seperti dibawah ini akan terjadi jika anda belum mengubah struktur partisi MBR ke GPT pada mode UEFI :

Dalam kasus yang lain, motherboard anda  belum support UEFI, sedangkan windows yang anda miliki menggunakan mode UEFI (umumnya windows 64bit baru). Maka anda dapat mendisable UEFI mode pada sistem operasi yang dipasang pada USB secara manual. Karena capek juga kan, jika harus mencari/mendownload windows lagi dari awal.

Kesimpulan

Telah dijelaskan diatas, bahwa struktur partisi GPT memiliki banyak keunggulan. Akan tetapi, banyak mainboard yang belum support mode UEFI, sehingga tidak dapat menginstal windows Mode UEFI pada disk MBR. Terlebih misalnya anda masih betah dengan windows versi lama. Ambil contoh windows 7 32 bit, maka struktur partisi MBR masih cocok untuk penggunaan sehari-hari anda.

Jadi, struktur partisi manakah yang harus anda pilih? Itu kembali lagi tergantung pada kebutuhan anda, serta jenis hardware yang anda pakai.

Akhirnya, semoga bermanfaat.

 

Show More
Rekomendasi Untuk Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Matikan Adblock !!!

Untuk melanjutkan, silahkan matikan adblock anda terlebih dahulu. Atau masukkan website ini kedalam whitelist anda. Kami memberi garansi, bahwa tidak ada malware di semua iklan yang tayang dalam website ini. Dengan menonaktifkan adblock pada situs ini, anda telah membantu kami agar terus semangat menulis artikel bermanfaat. Terima kasih.