Tutorial

UEFI vs BIOS Manakah Yang Terbaik?

UEFI vs BIOS

UEFI dan BIOS (atau biasa juga disebut dengan EFI) merupakan dua tipe firmware motherboard yang berbeda. Banyak pengguna komputer yang bingung membedakan keduanya. Pada postingan kali ini, saya akan sedikit mengilustrasikan perbedaan keduanya. Serta memberikan tutorial bagaimana cara meng-convert partisi disk MBR ke GPT agar support mode booting UEFI. Mohon maaf, postingan kali ini saya bagi menjadi 4 halaman, karena cukup panjang.

UEFI

Saat ini, banyak pengguna mode UEFI telah merasakan perbedaan fitur yang ada pada UEFI dibandingkan pada BIOS/EFI. Seperti proses booting pada mode UEFI yang lebih cepat serta keunggulan paling signifikan yaitu dukungan pemasangan Harddisk dengan kapasitas lebih dari 2TB. Dimana pada mode EFI, kapasitas harddisk yang mampu terbaca hanya sampai 2TB saja. Dan masih banyak kelebihan-kelebihan yang didapat dari mode UEFI dibandingkan mode EFI.

Namun, dibalik banyaknya kelebihan yang dimiliki oleh UEFI, banyak orang yang masih belum tau apa itu UEFI dan kelebihannya. Lalu, apa itu UEFI?


Definisi UEFI

UEFI memiliki kepanjangan Unified Extensible Firmware Interface, dimana UEFI merupakan firmware antarmuka untuk komputer dan berperan sebagai “perantara” untuk menghubungkan firmware perangkat komputer (baik firmware harddisk, prosesor, RAM, dsb) terhadap sistem operasi komputer yang terpasang. Sehingga, perangkat keras dan sistem operasi dapatĀ  saling terintegrasi ketika komputer dinyalakan.

UEFI memproses lebih banyak fitur yang tidak dimiliki oleh mode BIOS/EFI dan ditujukan untuk mengganti sepenuhnya BIOS lama di masa depan.

UEFI menyimpan seluruh informasi tentang bagaimana inisiasi firmware hardware dan sistem operasi pada file .efi. File ini, biasanya disimpan dalam partisi khusus yang bernama EFI System Partition (ESP). Dalam partisi ESP, juga tersimpan program boot loader untuk sistem operasi yang terpasang pada komputer.

Baca Juga :   Mudah!!! Cara Membuat Tandatangan Di Word, Excel dan Pdf

Dengan adanya partisi khusus ini, UEFI dapat langsung mengeksekusi sistem operasi tanpa harus memilah data terlebih dahulu dengan data lain pada harddisk di partisi yang sama. Itu sebabnya, mengapa UEFI memiliki proses booting lebih cepat dari pada BIOS/EFI.

Banyak pengguna komputer saat ini masih menyebut UEFI sebagai BIOS pada perangkat mereka. Akibatnya, banyak pengguna komputer yang kebingungan untuk membedakan keduanya. Bahkan tidak sedikit juga yang menganggap keduanya itu adalah sama.

Saat ini, hampir 100% perangkat komputer modern telah menggunakan firmware UEFI. Meskipun beberapa tampilannya masih sama dengan tampilan BIOS Tradisional (Legacy BIOS).

Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa perangkat kita sudah support UEFI dan cara mengakses UEFI sebelum memasang sistem operasi? berikut penjelasannya!

1 2 3 4Next page
Show More
Rekomendasi Untuk Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Matikan Adblock !!!

Untuk melanjutkan, silahkan matikan adblock anda terlebih dahulu. Atau masukkan website ini kedalam whitelist anda. Kami memberi garansi, bahwa tidak ada malware di semua iklan yang tayang dalam website ini. Dengan menonaktifkan adblock pada situs ini, anda telah membantu kami agar terus semangat menulis artikel bermanfaat. Terima kasih.